Pribahasa cina yang selalu di sebutkan, setiap orang pasti melalui fase ini.. qt lahir, lalu tua, sakit-sakitan dan akhirnya kembali kepadanya. Sekarang ini yang terjadi pada mamaku, SICK..mamaku tergolong muda, umurnya baru 50thn, uda divonis dokter terkena stroke ringan. Sehari setelah acara kelulusan ku papa dan mama liburan ke china via singapore, saat itu aq, handoko dan wiwi pulang batam melalui bandara domestic dan papa mama melalui bandara international. selang beberapa hari di china, aq mendapat kabar dari tour guide kalo papa dan mama, mereka masuk rumah sakit, pingsan di lokasi hiburan dan itu berdua, mereka di antar mengunakan ambulance dan masuk rumah sakit chao zhou people hospital. keadaan papa jauh lbh bak setelah 2 hari di hospital, tetapi tidak dengan mama, dokter disana tidak berani menurunkan darah mama yang 200an, dengan alasan ada penyumbatan pembuluh darah di otak kecil dan menganggu keseimbangan. aq pun mengabarin om dan tanteku, meminta petunjuk. mereka pun bisa membantu setelah habis cheng beng, berhubung sekeluarga besar lagi ngumpul di kuburan mereka pun mengadakan meeting dan om mamaku yang memberikan petunjuk. sepulang omku ke jakarta, beliau pun berusaha memohon bantuan di ke kementrian luar negri, yang intinya membantu qt agar mama di bawa pulang ke indonesia (jgn berobat di china), om ku juga meminta ke kedubes china dan hasilnya tidak bisa jika penjemputannya dilakukan dari shantou, jadi mamaku harus ke beijing dan dari sana baru bisa di kirimkan. masalahnya keadaan mama memburuk, dokter disana tidak mengizinkan mama untuk keluar dari hospital. aq disini yang mengurus rumah, toko dan adekku, aq juga meminta bantuan psmti dan tzu chi dan hasilnya nihil, shantou daerah yang terpencil sehingga tidak bisa di jangkau, kecuali di bawa ke guanzhou. akhirnya setelah sebulan mamaku dirumah sakit, mama menyuruhku datang ke china. pada saat hari mamaku ulta aq pun ke china, tanpa membeli tiket pulang (soalnya gak tao kapan bisa pulang). semuanya berjalan dengan lancar, berkat doa teman-teman..
- jam 4 subuh aq bangun dan membersihkan rumah, jam 5.30wib aq pun sudah berada di pelabuhan, rame sekali padahal hari biasa aq peginya...
- sesampai di singapore jam 8an dan aq harus menunggu farmasi buka di jam 9.30am di depan pintu gurdian, ternyata begitu aq menanyakan farmasi, ternyata farmasi di gurdian harbour front cuman ada di hari jumat. akhirnya aq ke unity sebelah gurdian, ternyata farmasinya buka jam 10.30am, gosh gimana, aq juga takut kalo ketinggalan pesawat dan tidak terbawa obat. untung org farmasinya datang lebih awal 10 menit.
- puji syukur mrt tidak rusak, walaupun agak lama datangnya, pintu mrt arah joo koon uda terbuka 3 kali, sedangkan mrt arah ke changi blom sekali, nyarisssssss.... yuli yang kesingapore pada hari yang sama terjebak di mrt arah ke chinatown... -.-!!!!
begitu aq menuju mengantri gate 39, ada cewek china menanyakan sesuatu dengan menggunakan bahasa shantou, china -.-!! emang aq mirip bgt ya dengan orang china?? (emang keturunan china) setelah ngeroncos2 aq bilang maaf aq bukan orang china, orang yang antri menatapku dengan aneh O.O?? tapi aq ngerti apa yang dimaksud cewek itu, aq juga yang menunjukan telp coin yang gratis.. hahhaha..#love it
begitu masuk custom changi aq tidak diperiksa oleh securitynya, hingga di gate, begitu liat pasport hijauku security sudah bercakap melayu. terakhir aq ketangkap basah membawa 1 botol air 200ml. dan aq wajib meminum habis airnya di tempat.#hate this rule
kapalnya berisikan 180 orang dan penuh, mungkin krn penerbangannya seminggu cuman 3 kali makanya bisa full. perjalanan menuju shantou 4jam 15 menit. aq di kasi duduk dekat jendela, sebelahku ada anak se sma dan mamanya, dan kursi di row sebelah ada papanya. pas pengisian kartu kuning, aq ditanya oleh mamanya maksud dan tujuanku ke shantou, setelah panjang kali lebar kali tinggi, mereka menawarkan aq tumpangan menuju hospital.#lucky
bersyukur, sampai di bandara yang sepi jam 6an, begitu setelah ambil bagasi aq pun ikut dengan mereka. takut... nggak si, soalnya aq bisa liat penampilan keluarga tersebut, dan ada anak yang masi baru masuk sma aq rasa aman dan mereka bukan orang yang sembarangan , dan buktinya aq sampai di rumah sakit.
mama yang tergeletak tidak berdaya di kasur rumah sakit. begitu aq sampai disana, mama nangis krn aq kurusan, dy bilang dy khawatir aq datang sendiri, untung gak papa...
besoknya, aq bertemu dengan dokter, aq mendengarkan dokter senior sedang bercanda dengan dokter muda.
dr senior : apakah kamu terangsang memegangnya? dimana dr muda sedang menekan payudara mama menggunakan steroscope.
dr muda : tidak, sudah terbiasa dikampus, lebih bnyak memegang yang mayat.
dr senior : masa, tidak terangsang sama sekali
langsung aq buka mulut, dy pikir orang indonesia gak bisa dengar bahasa chao zhou. mereka ber 5 aq marahin, kalian itu dokter, apa bole ngomong gituan di depan pasien. sekolah lebih tinggi tapi prilaku orang tidak berpendidikan. kalian tao mamaku ini sudah tua kalo di banding umur kalian dy sanggup lahirin kalian. mereka pun diam dan pegi tanya mengucapkan kata-kata lagi. papa memberikan aq setumpuk kertas yang bertulisan cina, papa bilang harusnya ini di tanda tanganin sebelum keluar dari rumah sakit. akhirnya aq pun turun nanya reseptionisnya, mao ke universitas terdeka, dan naek apa peginya. akhirnya aq pun naek bus dan bilang ke supirnya aq mao turun ke universitas terdekat dan kabarin aq setelah sampai. aq masuk ke univeritas yang lumayan gede, aq minta tolong dengan mahasiswi disana untuk transitin kata2 itu, banyak bahasa medis juga di gunakan..yah, gimana pun gak bole asala tanda tangan dan percaya dengan orang rumah sakit, kalo tiba2 satu ginjal ilang gimana hayooooo.#tired day
aq uda 2 hari di china, setiap malam sesak nafas kekurangan oksigen karena suhu udara disana masi dinggin, 2 hari seblom kedatanganku shantou sempat hujan es batu, sayang gak bisa ngerasain..sehari mao keluar dari rumah sakit, susternya masih menarik darah mama, lalu aq nanyain sebulan lebih mamaku disini, tiap hari ditarik darahnya, mana reportnya? berapa gulanya, kolestrolnya? dokter dan susternya diam saja, lalu aq nanya kok diam, mana uda ambil darah gak di cek, jadi darahnya diapain? #want kill somebody
dokter sudah wanti wanti apabila mao keluar rumah sakit tidak bole langsung naek pesawat terbang setidaknya 7 hari setelah keluar. 3 hari setelah mama keluar dari rumah sakit kami pun masi bisa jalan2.. hahhaha..
kue, dipinggiran jalan.. lumpia manis dan sun kue asin
mama yang tetap eksis walaupun pake kursi roda
aq yang susah payah kelihatan berdiri tegak, liat kepalaku terfoto..
tidak keliahatan seperti orang sakit kan??
masi sempat bergaya, walupun mata dua bayangan..
dalam perjalanan pulang, aq meminta bantuan lika membelikan tiket pesawatku dan mama, si papa yang sudah ngerasa sehat mao melanjutkan diri ke guanzhou. aq ngerasa, pasti papa uda ngerasa tenang banget aq datang dan melimpahkan tanggung jawab besar kepadaku. membawa mama pulang tidak gampang, begitu sampai di bandara international aq dan mama checkin terpisah. soalnya mama ada mengunakan kursi roda maka checkin di bussiness class. koper aq ada 3 buah, telah aq berhasil masukkan 1 koper dalam bagasi soalnya aq hanya beli 20kg yang diatas namakan mamaku, mungkin kesalahan orgnya. aq checkin pertama dapat bagasi 20kg. begitu checkin mamaku, terdata ada 20kg lagi.. akhirnya 2 koper juga dapat dimasukkan kembali. untung lika ada mencheck list assisten di dalam tiket, pas mama checkin mereka langsung binggung karena mama org ke 3 yang pake kursi roda, sedangkan harusnya dalam pesawat itu cuman 2 yang bole pake kursi roda, krn uda pesan diinternet mao gak mao mereka harus memberikan fasilitas itu. #luckyyyyy

diairport ini cuman ada air panas...gosh..
mengunakan kursi roda semua di prioritaskan, hahaha, gak perlu ngantri, gak perlu ini itu, gak bnyk tanya.begitu kursi roda sampai di pintu masuk pesawat lgsg di jemput oleh pramugara cakep yang mengendong mama, aq ketawa2 sambil bilang mama pilih anak muda, gak mao aq yang gendong.. ternyata pramugaranya peranakan jadi bisa bahasa melayu -.-!!!!. begitu juga mao ke toilet, begitu melihat aq berdiri, dy uda berlari menuju seat kami dan mengendong mama, hahhaha.. pesawat budget tapi fasilitasnya mantap, nanti bakal bikin comment terima kasih di official website.
di dalam pesawat pramugaranya uda menawarkan jasa kursi roda yang di charge oleh changi $30, mama gak mao. keadaan mama ok saat naek pesawat, tapi 1,5jam mendekati singapore, kedua mata mama bengkak dilanjuti kedua pergelangan tangan dan pembulu darah ditangan yang harusnya hijau berubah ungu kehitaman yang timbul, untungnya semuanya berakhir saat pesawat mendarat, pelan2 semuanya kempes( mungkin karena tekanan udara) sesampai di pintu keluar gate, aq melihat kursi roda, lalu menanyakan pada security disana, akhirnya dapat kursi roda gratis yang bisa di bawa sampai parkiran taxi.cayangnya dichangi gak ada fasilitas orang yang ngantar, terpaksa semua sendiri tapi gampang kok, jalur yang dikasi juga special (naek lift dan cap pasport di air crew). tanpa bnyk tanya dan menanyakan alamat pasport kami pun di stempel oleh org custom. rupanya untuk bagasi yang kursi roda dan kursi bayi keluarnya tidak sama, ada tempat yang kecil dan gak bole dibanting..
keesokan harinya kami, ke elisabeth hospital. fasilitasnya juga mantap, begitu turun taxi ada bell uncle yang menurunkan bagasi qt, membukakan kursi roda dan mengendong mama turun dari taxi hingga ke lobby elisabeth. aq tinggal mengurus bagasi yang mao dititipkan tanpa di bayar.
kami pun lebih awal 30 menit berada di clinicnya dr.devanthasan, lalu kami disambut oleh suster org yang fasih berbahasa indonesia dan mendata mama, dari obat apa yang alergi, penyakit apa yang di hidap, berapa lama, ada pasang ring gak, minum obat apa, dokter dari mana dll.. lalu dy mulai menjelaskan biaya-biaya yang akan di tagihkan.. yah kami oke oke aja..masa mao liat dokter gak bawa duit -.-!!! ada special dicsount buat yang bayar cash, lumayan buat beli tiket pp kapal.. hahhaha.. akhirnya dokter yang bergaya holmes pun duduk di kursinya, mama tadinya mao naik kursi roda menemuinya, lalu aq bilang jalan biar dokternya liat kondisi mama gimana.. ternyata bener dari jalan saja dy uda tao yang bagian mana yang sakit dan kena stroke dibagian mana *.* (kagum) lalu dimulai pemeriksaan otak, jantung, liver, pankreas, payudara, ginjal, dan bagian perut. lalu dokternya masi bisa bercanda "untung ginjalnya masih ada" O.O!!!! seseram itukah berobat di china. dokter pada umumnya kurang mao bicara (pelit suara) dan agak hati2 kalo melontarkan pernyataan, tapi begitu liat x ray mama yang dichina, langsung dokternya bilang dokter sana bodoh, gak bisa pake..kalo liat dari x raynya semua gak ada masalah, tapi mama uda kena stroke. lalu dy nunjukin aq x ray dy foto, beneran ada pembengkakan dan suaranya aliran darahnya beda. dokternya meminta mama langsung terapi, karena uda ada pembulu darah yang nyaris tertutup. berkat terapi 30 menit mamaku uda bisa berdiri sendiri, sumpah ini cerita nyata, tadinya mama gak bisa berdiri sendiri. stlh terapi dokter suruh mama berdiri, dy tetap jatuh untuk pertama kali nya, lalu dokter menyuruhnya mencobanya kembali 2x, 3x, 4x dan akhirnya berdiri sendiri..T.T dokter memberikan obat selama 30 hari dan menyuruhnya viso terapi di lantai 3 tetapi saat itu viso terapinya penuh, bisanya minggu depan (rencananya minggu depan akan mulai viso terapi di singapore), akhir kata dokternya berkata andai kan 3 hari uda datang kesini uda gak jadi stroke #damn dokter china.. dokter devan juga bilang ke mama "kamu masih muda, harus kuat ya.."
jam 4an aq uda langsung menuju ke harbour front dan pulang secepat mungkin, karena mama di kasi suntikan yang buat ngantuk. begitu melihat ferry mendekat, mama menitikan air mata dan bilang kepadaku "mama pikir uda gak bisa pulang rumah lagi", semua uda berlalu, kayak aq berhasil menarik mama keluar dari pintu neraka.. begitu sampai dirumah, puxingggggggggggg. rumah kayak kapal pecah gak ada yang ngurus selama aq pegi..
Special Thank's :
* Lika : Terima kasih lika yang meminjamkan duitnya beratus-ratus dollar sing untuk beli tiket pesawat pulang aq dan mamaku, membookingkan appointment dengan dr.devanthasan. thank a lottttt.. muachhh (maaf pas pulang gak bisa kasi kabar, soalnya mama disuntik dan agak ngantuk dan buru2 pulang indo..)
* Felza : Crew jet star, aq dan mama puas dengan pelayanan anda.
* Dr.Devanthasan : Mama jauh lebih better sekarang, mohon bantuannya untuk bbrp tahun kedepan.
* Uncle & Aunty : Terima kasih atas tumbangan dan rasa prihatin kalian, Semoga kalian juga hidup sehat.
* Yuli, Susan, Lie, Reni : Terima kasih untuk doa dan semangatnya..
* Keluarga Besar Lim baik di jakarta maupun medan : Terima kasih atas usaha pencarian jalan untuk pengurusan visa, kechina dan alternatif lainnya..